Atap Sirap “Iron Wood Shingle Roof’ merupakan penutup atap / genteng yang terbuat dari bahan kayu Ulin / Iron Wood / kayu besi Kalimantan. Tingkat ketahanan yang tinggi terhadap air dan tahan rayap membuat atap sirap kayu ulin bertahan hingga puluhan tahun.

Di Indonesia sendiri, sejauh pengamatan dan pengalaman kami, atap sirap banyak digunakan pada bangunan – bangunan bersejarah seperti: museum, keraton, balai konservasi dll.

Ada juga yang dipakai di tempat tempat ibadah seperti: masjida dan gereja. Pengguna terbanyak dari atap sirap adalah dari kalangan penyedia sarana prasarana wisata seperti hotel, cottage, bungalow, resort, gazebo.

 

Pengguna dari pribadi, jumlahnya masih sangat sedikit, misalnya rumah Ibu. Prof. Wiendu Nuryanti, Phd. Beliau adalah mantan wakil menteri pendidikan dan kebudayaan pada kabinet Bersatu era Presiden SBY dimana waktu itu mendikbudnya dijabat oleh Prof. Dr. Muh. Nuh, DEA.

 

Informasi mengenai kelebihan dan kekurangan atap sirap,

Kelebihan:

  • Dapat menahan hawa panas yang terpancar dari sinar matahari. Hal ini dikarenakan kayu merupakan jenis material yang jelek untuk menghantarkan panas.

  • Kesan natural / alami lebih terlihat

  • Bagi kalangan tertentu, merupakan prestise tersendiri karena selain harganya yang relatif berlipat ganda dari genteng biasa, juga masih digunakan di kalangan terbatas.

  • Kuat dan tahan lama karena dibuat dari kayu pilihan yang sudah teruji kekuatannya.

kekurangan:

  • Harganya relatif lebih mahal.

  • maintenance nya lebih sulit dari pada genteng yang lain.

  • Suku cadang terbatas hanya pada suplier tertentu.

  • Tidak semua penjual genteng menjual atap sirap.

  • Varian jenis atap sirap masih belum banyak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *